Friday, 10 February 2012

“Rindu Rasul”

Buat pencinta,perpisahan dengan kekasih adalah musibah yang sangat besar. Karena itulah,Fathimah merintih ketika ayahnya, panutannya,junjungannya, dan kekasihnya meninggal dunia. Setiap hari ia mengunjungi pusara Rasulullah SAWW dan melantunkan puisinya yang menyayat hati:

Nafasku tersekat dalam tangisan
Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan
Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan

Kala rinduku memuncak, kujenguk pusaramu dengan tangisan

Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban
Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku
Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibah yang lain
Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah,
engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih

Berkurang sabarku bertambah dukaku
setelah kehilangan Khatamul Anbiya
Duhai mataku, cucurkan air mata sederas derasnya
jangan kau tahan bahkan linangan darah
Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan
pelindung anak yatim dan dhuafa
Setelah mengucur air mata langit
bebukitan, hutan, dan burung
dan seluruh bumi menangis

Duhai junjunganku,
untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah
bukit-bukit dan lembah Makkah
Telah menangisimu Islam
sehingga Islam kini terasing di tengah manusia
Sekiranya kau lihat mimbar yang pernah kau duduki
akan kau lihat kegelapan setelah cahaya

Kepedihan yang sama diderita Ali bin Abi Thalib,putra paman dan menantu Rasulullah SAWW. Lama ia berdiri di hadapan pusara Nabi SAWW yang mulia. Dalam deraian air mata yang tak kunjung berhenti, ia mengungkapkan deritanya:

Bi Abi Anta wa Ummi
Biarlah ayah bundaku jadi tebusanmu, ya Rasul Allah
Terhenti karena ketiadaanmu apa yang tak terhenti karena ketiadaan yang lain
terhenti sudah nubuwwah, wahyu, dan berita dari langit
Kau begitu khusus bagi kami sehingga jadilah kau penghibur kami dari selainmu
Kau juga begitu terbuka bagi semua
sehingga semua berbagi derita atas kepergianmu

Sekiranya tidak kau perintahkan kami bersabar
jika tak kau larang kami berduka cita
akan kami alirkan gelombang air mata
Tapi walau begitu, sakit kami tak kunjung sembuh, derita kami takkan berakhir
Sakit dan derita kami terlalu kecil ketimbang kepedihan karenamu
Kepergianmu tak mungkin dikembalikan
Kematianmu tak bisa dihindarkan
Bi Abi Anta wa Ummi
Kenanglah kami di sisi Tuhanmu
dan simpan kami dalam hatimu

Apakah kerinduan kepada Rasul seperti itu hanya ada pada sahabat yang pernah berjumpa dengan Nabi SAWW.?? Tidak. Rasulullah SAWW bersabda, “Manusia yang paling bersangatan dalam kerinduannya kepadaku adalah orang-orang sepeninggallu. Mereka ingin mengorbankan hartanya dan keluarganya hanya untuk dapat melihatku.”. Simaklah sajak Taufik Ismail dan dengarkan bagaimana Sam Bimbo melagukannya:

Rindu kami
padamu,ya Rasul
rindu tiada terperi
Berabad jarak
darimu,ya Rasul
serasa engkau di sini
Cinta ikhlasmu
pada manusia
bagai cahaya surga
Dapatkah aku
membalas cintamu secara bersahaja

Ya Rasul Allah, jemputlah siapa pun yang menghadap Kekasihmu dengan menggumamkan namamu. Bukankah di sana, di ‘Arasy yang agung,namamu berdampingan dengan nama Allah yang Mahakasih Mahasayang?? Bukankah Tuhan menyebutmu dengan nama-Nya, al-rauf al-rahim, Yang sangat santun dan sangat sayang!!

(Dikutip dari buku “Rindu Rasul; Meraih Cinta Ilahi Melalui Syafaat Nabi”, karya KH. Jalaluddin Rakhmat)

(Diposting dari kadryakusa.wordpress.com)

2 comments:

  1. Allahumma sholli ala Muhammad wa Ali Muhammad

    ReplyDelete
  2. Allahumma Sholli ala Muhammad wa Ali Muhammad..

    ReplyDelete