Ia adalah seorang Ilmuwan Iran. Berbeda dengan para ilmuwan umumnya,
Doktor Mustafa Chamran lebih memilih keluar dari laboratoriumnya yang
nyaman dan terjun ke medan tempur untuk membela tanah airnya. Lahir pada
tahun 1932 di Teheran, Doktor Chamran menuntut ilmu dibidang teknik
elektro di Universitas Teheran. Ia kemudian mendapat beasiswa untuk
melanjutkan pendidikan ke Universitas Berkeley, Amerika Serikat. Di
Universitas Berkeley, prestasinya terus menonjol bahkan sempat diangkat
menjadi dosen.
Kemudian ia memutuskan pergi ke Libanon untuk
bergabung bersama pejuang Libanon, Musa Sadr, dan mendirikan Gerakan
Kaum Tertindas yang bertujuan membela bangsa Libanon dan para pengungsi
Palestina yang ditindas oleh rezim zionis. Ketika Revolusi Islam Iran
mencapai kemenangannya pada 1979, Doktor Chamran kembali ke Iran dan
diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Islam Iran. Ketika Irak
menyerang Iran pada 1980, Doktor Chamran bergabung dengan para pejuang
Iran untuk melindungi Republik Iran sampai akhirnya gugur di medan
tempur.
Ia terbunuh oleh prajurit Irak pada pertempuran di
Provinsi Khuzestan (daerah barat daya Iran, perbatasan Irak) pada
tanggal 21 Juni 1981 ketika Perang Iran-Irak sedang berkecamuk.
- KISAH INSPIRATIF MUSTAFA CHAMRAN
Gadeh,adalah
Putri pedagang berlian kaya di Lebanon. Seumur-umur dia tidak pernah
mengenal susah. Dia telah bertualang ke Eropa dan Afrika sejak
kecilnya. Dan ketika beranjak dewasa, dia telah menikmati karier
sebagai seorang Jurnalis.
Sementara Mustafa Chamran di ujung yang
lain. Dia berasal dari Iran dan usianya 20 tahun lebih tua dibanding
Gadeh. Rambutnya botak dan tidak punya nasab (garis keluarga) yang
jelas, tidak punya pekerjaan yang tetap, tidak punya rumah tinggal,
tidak punya KTP dan boleh dikatakan tidak punya apa-apa.
Di
Lebanon Selatan, Mustafa Chamran tinggal di sebuah ruangan yayasan yang
menampung anak-anak yatim piatu. Isi kamarnya hanya buku-buku dan
kardus-kardus bekas yang sekaligus menjadi alas tidurnya. Bisa dikatakan
bahwa kehidupannya sangat dekat dengan maut. Mustafa Chamran aktif
mendidik anak-anak muda Lebanon untuk bersatu dan membangun kekuatan
demi melawan pasukan penjajah Israel.
Karena kesahajaan Mustafa
Chamran inilah yang dapat memikat hati Ghadeh yang merupakan seorang
Jurnalis muda dan cantik. Namun begitu tahu bahwa anaknya jatuh cinta
kepada Mustafa Chamran, ibunda Ghadeh hanya bisa meradang dan
mengeluarkan sumpah serapah setiap kali melihat calon menantunya. Dia
bahkan berkali-kali pingsan dan terakhir kali harus dirawat di Rumah
Sakit (RS). Tapi Mustafa Chamran kendati menyeramkan dan terkesan tak
layak sama sekali menjadi calon menantu di mata ibunda Ghadeh, namun
justru dia mempunyai sentuhan emas.
Ketika Ibunda Ghadeh jatuh
sakit, dialah yang menggendongnya hingga ke Rumah Sakit (RS) dan
menjaganya dengan sepenuh hati. Hati Ibunda Ghadeh pun akhirnya luluh
karena kebaikannya dan akhirnya merestui pernikahan mereka. Namun
kendati demikian, Ibunda Ghadeh mewanti-wanti Mustafa Chamran mengenai
karakter putrinya. Tiap pagi setelah bangun tidur, Ghadeh selalu pergi
ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan gosok gigi, harus ada orang
lain yang dapat merapikan tempat tidurnya, dan segelas susu dan
secangkir kopi harus disiapkan dan di bawa ke kamarnya.
Mustafa
Chamran tahu itu beban yang berat, tapi dia coba menenangkan hati
Ibunda Ghadeh dengan mengatakan "SAYA MEMANG TAK MAMPU MENCARIKAN
PEMBANTU RUMAH TANGGA UNTUKNYA, TAPI SAYA BERJANJI..SELAMA SAYA MASIH
HIDUP..SETIAP KALI GHADEH BANGUN DARI TIDURNYA..SAYA AKAN MERAPIKAN
TEMPAT TIDURNYA DAN MEMBAWAKAN SEGELAS SUSU DAN SECANGKIR KOPI
UNTUKNYA"..
Mustafa Chamran benar-benar menepati janjinya hingga
dia mati Syahid. Bahkan ketika terjadi kecamuk perang dan dia berada di
medan pertempuran yang terjadi karena invasi Irak ke Iran tahun
1980-1988, Mustafa Chamran tetap bersikeras menyempatkan pulang setiap
pagi ke rumahnya dan merapikan tempat tidur Ghadeh istrinya sekaligus
membuatkan istrinya segelas susu dan secangkir kopi... Shubahanallah...
Itulah
kisah nyata cinta Mustafa Chamran dan Ghadeh, sebuah komitmen untuk
sekuat tenaga memenuhi apa yang dia katakan "AWAL DARI SEBUAH
KESUKSESAN DAN KEMULIAAN SESEORANG ADALAH MELAKUKAN APA YANG MEREKA
KATAKAN "...
Mustafa Chamran juga seorang yang amat sangat
mengidolakan Imam Ali dan Ayatullah Khoemaini.Seseorang yang sangat
tidak perduli dengan dunia dan isinya, seseorang yang malah takut untuk
terlalu banyak memiliki di dunia ini.
--------------------
- SYAIR DAN DOA MUSTAFA CHAMRAN
*Petikan doa Mustafa Chamran buat Ghadeh (istrinya):
Ya Allah, aku memohon satu hal dari Mu, dengan penuh ketulusan
jadilah Engkau pelindung bagi Ghadeh,
dan janganlah Engkau membiarkannya sendiri.
Setelah kematianku, ku ingin melihatnya terbang.
Ya Allah
Kuingin sepeninggalku,
Ghadeh tak berhenti melangkah di atas jalur kebenaran,
Kuingin dia memikirkanku bak sekuntum bunga indah yang tumbuh di jalan kehidupan dan kesempurnaan.
Kuingin Ghadeh memikirkanku seperti sepotong lilin-lemah-kecil yang menyala dalam kegelapan hingga akhir hayatnya,
dan dia beroleh manfaat dari cahayanya untuk masa yang singkat.
Kuingin dia memikirkanku bagai angin surgawi yang berembus dari langit,
yang membisikkan di telingganya kata-kata cinta
dan pergi menuju kata tanpa batas...
* Puisi Mustafa Chamran buat Ghadeh (Istrinya).
Kuingin Ghadeh melihatku bak sebatag lilin lemah kecil
Yang menyala dalam gelap hingga akhir hayatnya,
Dan dia beroleh manfaat dari cahayanya tuk masa yang singkat.
Ku ingin dia merasakanku bak angin surgawi yang berhembus dari langit...
Yang membisikkan kata-kata cinta,
Dan terbang menuju kata tanpa batas.......
* Syair Mustafa Chamran
Mungkin ku tak mampu usir kegelapan ini,
tapi dengan nyala redup ini,
kuingin tunjukkan beda gelap dan terang,
kebenaran dan kebatilan,
Orang yang ikuti cahaya,
meski redup nyalanya
akan besar di hatinya...
No comments:
Post a Comment